Difference between revisions of "China Getol Kembangkan Robot Industri Kenapa"

From Back For Good
Jump to: navigation, search
(Created page with "JAKARTA, — Presiden Komisaris PT Panasonic Gobel Indonesia Rahmat Gobel mengatakan, Indonesia mampu mengembangkan industri yang berdikari dan menjadi negara industri. H...")
 
(No difference)

Latest revision as of 16:07, 2 August 2020

JAKARTA, — Presiden Komisaris PT Panasonic Gobel Indonesia Rahmat Gobel mengatakan, Indonesia mampu mengembangkan industri yang berdikari dan menjadi negara industri. Hal itu meliputi sektor-sektor ekonomi unggulan yang secara simultan bisa menjadi sumber akumulasi kapital dan memungkinkan terjadinya pertumbuhan berbagai industri turunan dan industri terkait, sekaligus sumber inovasi teknologi dan kelembagaan, seperti pada kasus industri baja dan industri pembuatan kapal. Saat ini kita dipertanyakan apakah hanya akan menjadi penonton sebuah revolusi dan hanya menjadi korban sebuah disrupsi inovasi, atau akan menjadi pelaku utama pada revolusi industri ini.

Sebelum membahas revolusi industri keempat dan apa kaitannya dengan Indonesia dimasa yang akan datang, ada baiknya kita sedikit melihat kembali sejarah berkembangnya revolusi industri dari masa ke masa. Di dalam negeri, China masih memberlakukan pola komunis, dimana aset dikuasai negara, buruh dibayar murah, akan tetapi di pasar global China menjual produknya menggunakan harga kapitalis.
Penyelenggaraan sgb -Taiwan Industrial Collaboration Forum (ITICF) pada 6 Agustus 2018, di Jakarta, memberikan berbagai inspirasi dan ide, termasuk bentuk investasi dalam upaya implementasi model bisnis digital untuk memajukan dan meningkatkan daya saing industri kedua pihak di era industri 4.0 saat ini. Hal itu dipicu perang dagang yang memanas antara China dan Amerika Serikat (AS) dan pastinya akan berdampak buruk terhadap ekonomi dunia, termasuk bagi ekonomi China dan AS.
Kedua, dengan memproduksi di luar negeri dan mengekspor ke Eropa atau Amerika Utara, perusahaan Cina akan mampu menghindari friksi perdagangan dan hambatan yang dikenakan pada ekspor dari China. Ekonomi pasar bebas dan terindustrisasi Jepang merupakan ketiga terbesar di dunia setelah Amerika Serikat dan Cina dalam istilah paritas daya beli internasional. Namun dalam perkembangannya, globalisasi mulai menggerus ideologi yang dipuja-puja oleh Ketua Mao Zedong, pemimpin abadi Partai Komunis China.
Di dunia internasional pun tidak berbeda jauh, posisi China yang amat menentang kapitalis pada saat itu sedang berada dalam era Perang Dingin. Pada tahun 1986 yang dipimpin oleh Science and Technology Payment (SSTC) China mempresentasikan Program Lantern yang bertujuan untuk menciptakan penemuan dan juga studi penelitian oleh perguruan tinggi dan juga lembaga penelitian penelitian pemerintah federal untuk tujuan komersial.
Seperti yang kita ketahui bahwa birokrasi Cina diisi oleh anggota - anggota dari partai Komunis China. Ketika ekonomi China melambat dan politiknya terkonsolidasi di sekitar negara polisi berteknologi tinggi baru, partai tidak dapat mempertahankan semua ambisi ini. Inilah tantangan terbesar guru, bila melihat kondisi kemampuan siswa dalam tiga bidang penting menyambut revolusi industri 4.0.

Walaupun NTEs ini bersifat perusahaan bersakala besar namun kedepannya memiliki peran sebagai basis dalam pengembangan teknologi untuk industri-industri kecil dan menengah. 34 Ted Fishman, China Inc.: How the Rise of the Next Superpower Challenges America and the World, Scribner, edisi paperback, New Delhi, 2006, hal. Untuk itu, Balai Penelitian Teknologi Bahan Alam (BPTBA) LIPI selaku penyelenggara menggandeng pemerintah daerah, pusat, instansi pemerintah terkait, kalangan akademisi, lembaga keuangan, industri kecil maupun menengah dan masyarakat luas.
China baru bangkit kembali mengejar perekonomian dunia pada sekitar tahun 1952 setelah memutuskan untuk meninggalkan ideologi Konfusianisme dan beralih ke Komunisme. Hal itu membuat ekonomi China lebih tergantung pada kredit domestik untuk membiayai investasi dan pada konsumsi asing untuk membeli barang-barang yang dihasilkan oleh investasi yang berlebihan dan salah alokasi.
Jaka harap negara Indonesia pun dapat berkembang dalam segi teknologi seperti China, apalagi di zaman sekarang yang serba smart. Sedangkan perusahaan besar China mencari perusahaan di luar negeri, agar mereka dapat berinvestasi. Lebih lanjut Joni menuturkan, bangsa China juga memiliki kemampuan reverse engineering atau terbiasa untuk beli, bongkar, amati, tiru dan modifikasi terhadap semua produk teknologi terbaru.
Menurut Iris Pang, seorang ekonom di ING Bank N.V., Hong Kong, China membutuhkan lebih dari sekadar stimulus untuk menjaga pertumbuhan produk domestik bruto di atas 6 persen. Oleh karena itu, pt solid group revolusi industri 4.0 masih berkembang, bangsa Indonesia harus memperhitungkan, tidak hanya potensinya tapi juga risiko dan tantangannya. Sekitar 30 juta orang asing (non China) kini tercatat tengah mempelajari bahasa Mandarin dan pemerintah China sendiri memperkirakan angka ini akan meningkat menjadi 100 juta orang pada tahun 2010.